10 Hal Tentang Planet Pluto yang Perlu Kita Tahu

Pluto yang kecil dan penuh es ini telah lama dianggap sebagai planet kesembilan, planet yang paling jauh dalam tata surya kita. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan di seluruh dunia telah mengubah pendapat mereka tentang planet kecil berbatu ini: Pluto telah direklasifikasi sebagai planet kerdil. Dalam tata surya kita, setidaknya ada lebih dari 40 planet kerdil. Ada 10 hal menarik tentang Pluto yang ingin kami bagikan.

Pluto

1. Pada tahun 2006, dalam pertemuan di Praha, para peneliti dan ilmuwan mengambil suara dan kemudian mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menganggap Pluto sebagai planet karena ukurannya yang terlalu kecil. Pluto kini dianggap sebagai planet kerdil. “Dan akhirnya, secara resmi ada delapan planet di tata surya kita,” kata astronom Mark Brown pada National Geographic.

2. Pluto secara signifikan lebih kecil dari delapan planet lain di tata surya. Pluto hanya memiliki diameter sekitar 2.306 kilometer (1.432 mil), atau sekitar 18 persen dari ukuran bumi. Bahkan, ukuran Pluto hanya dua kali lebih besar dari satelit terbesarnya, Charon, dan bahkan tidak sebesar satelit bumi, bulan.

3. Pluto ditemukan pada tahun 1930 oleh asisten lab Kansas berusia 24 tahun, Clyde Tombaugh. Lowell Observatory, yang mensponsori penelitian Tombaugh, memiliki hak untuk menamai planet baru ini. Nama ‘Pluto’ disarankan oleh siswi berusia 11 tahun bernama Venetia Burney

4. Pluto berjarak sekitar 5,9 miliar kilometer dari matahari; ini sama dengan 3,67 miliar mil. Sebagai perbandingan, bumi hanya berjarak 150 juta kilometer -atau 93 juta mil- dari pusat tata surya kita.

5. Pluto adalah planet kecil berbatu keras yang terutama terdiri atas air dan es padat. Para ilmuwan memperkirakan inti kecil planet ini terbuat dari paduan besi-nikel dan batu. Para ilmuwan telah membuat hipotesis bahwa mungkin ada laut cair di bawah kulit es luar Pluto.

6. Para ilmuwan awalnya berpikir Pluto tidak memiliki satelit. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan tiga satelit Pluto: Charon, Nix, dan Hydra. Charon, yang terbesar sejauh ini, ditemukan pada tahun 1978 oleh James Christy.

7. Banyak astronom sekarang merasa bahwa Pluto hanya objek biasa di Sabuk Kuiper. Sabuk ini, yang mengapung dalam ruang angkasa setelah Neptunus, adalah kumpulan batu dan benda logam yang ditemukan pada tahun 1992. Selain Pluto, sabuk ini adalah rumah bagi planet kerdil Haumea dan Makemake.

8. Karena jarak dan ukurannya, sulit untuk mendapatkan tampilan Pluto, bahkan dengan teleskop yang kuat. Pada tahun 1980-an, kemajuan dalam desain teleskop rumah memberikan kemudahan bagi astronom amatir untuk melihat Pluto dari halaman belakang mereka. Namun, Pluto hanya terlihat sebagai titik di lensa.

9. Karena jaraknya dari matahari, Pluto memiliki orbit terpanjang dari setiap -sebelumnya- sembilan planet; Pluto membutuhkan 248 tahun untuk mengelilingi matahari. Pluto memiliki orbit aneh yang tampak tidak teratur yang mengganggu orbit Neptunus. Ini adalah salah satu alasan mengapa para ilmuwan membatalkan status Pluto sebagai planet.

10. Karena massanya yang lebih kecil, gravitasi Pluto tidak sekuat bumi. Namun karena ukurannya, seseorang yang berdiri di permukaan Pluto akan lebih dekat ke pusat daya tarik gravitasi. Menurut perkiraan para ilmuwan, tarikan gravitasi Pluto hanya antara 4 dan 7 persen dari bumi.

Komentar Anda