10 Penjaga Gawang Terbaik dari Era 90-an

Sebuah pertandingan sepak bola mustahil dilakukan tanpa seorang kiper alias penjaga gawang. Bahkan ketika kiper harus keluar lapangan karena cedera atau dikartu merah, tim wajib melakukan pergantian dengan cara memasukkan kiper cadangan atau memaksa pemain di posisi lain untuk bertindak sebagai kiper darurat. Mengingat peran penting kiper dalam sebuah pertandingan, berbagai tim rela menghabiskan jutaan euro untuk membeli seorang kiper.

Kiper Terbaik 90-an

Nah, berbicara tentang penjaga gawang di era 90-an, kita tentu masih ingat dengan kiprah gemilang mereka baik di level internasional maupun level klub. Kegemilangan mereka bahkan masih tersisa hingga penghujung karir mereka di era 2000-an. Mereka tak cuma piawai mengamankan gawang, tapi juga punya jiwa kepemimpinan di lapangan.

Siapa saja mereka? Berikut kami hadirkan 10 kiper terbaik dari era 90-an dalam ulasan yang kami susun secara acak.

–O–

Fabien Barthez

Foto Fabien Barthez

Postur pemain plontos ini sebenarnya tak terlalu ideal untuk menjadi seorang kiper; tinggi badan Barthez hanya 183 cm. Namun pemain asal Perancis ini membayarnya dengan reflek yang sangat cepat. Setelah menjalani musim-musim yang luar biasa bersama Marseille dan AS Monaco, Manchester United tertarik untuk mengikatnya. Barthez segera menjadi pilihan utama Sir Alex Ferguson di bawah mistar. Di timnas Perancis, Barthez telah mempersembahkan trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, serta mengantarkan tim Ayam Jantan ke babak final Piala Dunia 2006. Barthez adalah pemegang rekor clean sheet di Piala Dunia bersama Peter Shilton.

Oliver Kahn

Foto Oliver Kahn

Kiper yang dijuluki Der Titan karena kegarangannya di depan gawang ini merupakan andalan timnas Jerman dan Bayern Muenchen selama bertahun-tahun. Dianggap sebagai salah satu kiper terbaik Jerman, Kahn telah menyabet penghargaan kiper terbaik Eropa versi UEFA sebanyak empat kali secara berturut-turut. Di sepanjang karirnya yang penuh kesuksesan, Kahn telah mengangkat delapan trofi Bundesliga, enam trofi Piala Jerman, satu trofi Piala UEFA, Liga Champions, dan Piala Interkontinental. Kahn merupakan kiper pertama dan satu-satunya yang meraih gelar Golden Ball di ajang Piala Dunia, yakni di Piala Dunia 2002.

David Seaman

Foto David Seaman

Kiper yang mendapat gelar kehormatan MBE dari Kerajaan Inggris ini merupakan salah satu kiper terbesar yang pernah dimiliki Inggris. Kiper berambut gondrong ini bersinar di Queens Park Rangers, dan tim rakasasa Arsenal tertarik mengontraknya pada tahun 1990. Pilihan Arsenal tak salah, Seaman menjelma menjadi benteng kokoh di bawah mistar The Gunners. Berbagai gelar telah ia persembahkan untuk Arsenal, termasuk tiga gelar Liga Premier dan empat gelar Piala FA. Seaman adalah penjaga gawang yang unik. Ia adalah kiper bertangan kidal, tapi melempar bola dengan tangan kanan dan menendang bola dengan kaki kanan.

Angelo Peruzzi

Foto Angelo Peruzzi

Italia adalah gudang kiper berbakat, dan Peruzzi adalah salah satunya. Peruzzi, yang dijuluki “Tyson” karena bentuk tubuhnya yang mirip dengan Tyson, dikenal sebagai kiper yang atletis dan kuat. Ia punya positioning yang bagus, reaksi cepat, kecepatan, serta kelincahan, meski tubuhnya relatif pendek. Pernah membela Verona dan AS Roma, Peruzzi ditransfer ke Juventus dan memulai karir delapan musim yang mengesankan bersama Si Nyonya Tua. Tiga gelar Serie-A dan satu gelar Liga Champions ia berikan pada Juve di antara berbagai gelar lainnya. Ia sudah membela timnas Italia sebanyak 31 kali dan menjadi anggota tim ketika menjuarai Piala Dunia 2006.

Peter Schmeichel

Foto Peter Schmeichel

Tak ada keraguan mengenai kekokohan Peter Schmeichel di bawah mistar gawang Manchester United. Kiper andalan timnas Denmark ini sering disebut sebagai kiper terbaik dunia dan kiper terbaik yang pernah dimiliki United. Ia membantu pasukan Sir Alex Ferguson meraih berbagai pencapaian luar biasa, seperti lima gelar Liga Premier, satu gelar Liga Champions, tiga gelar Piala FA, dan lain sebagainya. Ia mengantar Denmark menjadi jawara Euro edisi 92, di mana ia menggagalkan penalti pemain legendaris Marco van Basten di semifinal dan menangkap umpan silang dengan satu tangan di final melawan Jerman. Ia pun dinobatkan sebagai kiper terbaik dunia tahun 1992.

NEXT

Komentar Anda