5 Kelebihan dan Daya Tarik Drama Something in the Rain (2018)

Something in the Rain1

Something in the Rain adalah kisah K-Drama yang cukup stereotipikal: seorang pria muda jatuh cinta pada seorang wanita yang lebih tua dan dia pun juga mencintai pria itu. Tak ada yang baru sebenarnya. Dua pemeran utama berasal dari keluarga biasa. Si cewek adalah wanita karir yang fokus pada pekerjaannya, sedangkan si pria adalah pekerja yang playful dan jatuh cinta pada pesona wanita dewasa itu.

Something in the Rain1

Jadi, kenapa Something in the Rain layak ditonton di tengah banyaknya drama percintaan?

Sesuai lirik salah satu lagunya, “Sometimes it’s hard to be a woman…”

1. Kisahnya organik

Something in the Rain

Jangankan cerita percintaan, membeli buah pun kita akan disuguhi dua pilihan: buah biasa atau organik. Apa perbedaan dua buah itu? Rasa dan harga. Kalau bedanya Something in the Rain dengan noona romance lainnya? Rasa dan nada!

Perumpamaannya seperti ini. Buah biasa dipupuk dengan bahan-bahan kimia agar tumbuh dengan cepat dan bisa segera dipanen. Buah semacam ini bisa ditemukan di mana-mana dengan harga terjangkau. Sedangkan buah organik bebas bahan kimia dan tumbuh perlahan, karena itulah harganya mahal dan jarang ada di pasaran.

Nah, Something in the Rain adalah buah organik itu karena kisah cinta di sini dibangun secara perlahan namun pasti!

2. Skenarionya mengalir

Something in the Rain2

Ini adalah kisah yang simpel, dialognya ditulis dengan baik dan diambil langsung dari kehidupan sehari-hari di mana kata-kata dan tindakannya simbiotik dan natural. Dialog drama ini tidak dipaksakan atau dibuat-buat, namun dibiarkan mengalir apa adanya. Skenario Something in the Rain ditulis oleh orang yang sangat berbakat dan tahu bagaimana cara menyajikan kisah biasa menjadi dramatis pada pemirsa.

Baca Juga:  5 Film Romantis Filipina Terbaik dan Terpopuler

3. Sangat realistis

Something in the Rain3

Seorang wanita di pertengahan 30-an jatuh cinta pada adik sahabatnya yang 10 tahun lebih muda darinya, sangat real! Cinta bisa berkembang dengan cara seperti itu, dari saling mengenal hingga mengembangkan perasaan terhadap satu sama lain setelah lama tak bertemu. Ini adalah hal normal ketika mereka lebih sering bertemu karena bekerja di gedung yang sama. Keduanya lalu sadar bahwa perasaan mereka lebih dari pertemanan biasa atau sekedar nostalgia masa lalu.

Ada rasa penasaran tentang bagaimana perasaan si dia, ada keinginan untuk mengawali tapi ragu, ada godaan dari teman-teman, ada hasrat untuk bergandengan tangan yang terpaksa ditahan, dan seterusnya. Semua itu menjadi bumbu yang teramat manis!

4. Karakter utama diperankan oleh aktor yang tepat

Something in the Rain4

Kadang saat menonton drama, ada perasaan bahwa sebuah karakter tidak dikembangkan sampai maksimal. Rasanya seperti kita sedang menonton aktornya, bukan karakternya. Tapi dalam Something in the Rain, kekhawatiran itu tidak ada. Kita tidak lagi melihat sosok Jung Hae-in dan Son Ye-jin, tapi Seo Joon-hae dan Yoon Jin-ah!

5. Visualisasi indah seperti balada cinta Perancis

Something in the Rain5

Sedikit aneh memang karena kita tahu Something in the Rain difilmkan di Seoul dan tak punya soundtrack lagu Perancis atau setting yang berhubungan dengan Perancis. Dari lagu “Stand by Your Man” milik Carla Burni hingga “Singing in the Rain” milik Rachel Yagamata, energi yang mellow dan smooth, pencahayaan yang kaya dan palet warna yang punya sentuhan ala Perancis, dan vibe yang unik membuat drama ini terkesan seperti balada cinta Perancis, di mana lirik dan lagunya adalah dialog dalam bentuk puitik yang bila dikombinasikan dengan musik akan menjadi karya seni dari para aktor dan seniman di balik layar.

Baca Juga:  Joo Won dan Seolhyun Tampak Serasi, Bukan?

Something in the Rain adalah sebuah masterpiece di dunia K-Drama!

Be the first to comment on "5 Kelebihan dan Daya Tarik Drama Something in the Rain (2018)"

Komentarmu