Fakta-fakta di Balik Berakhirnya Descendant of the Sun

Drama Korea militer terbaru dan paling ngetren, Descendant of the Sun (DotS), yang dibintangi Song Joong-ki dan Song Hye-kyo, baru-baru ini menyiarkan episode terakhirnya. Meskipun penggambaran yang hiperbolik serta penempatan produk yang berlebihan sedikit banyak telah ‘mencemari’ imej drama ini sampai batas tertentu, keuntungan finansial yang dihasilkannya sangat fantastis dalam sejarah drama Korea.

Descendant of the Sun

Dengan tingginya demam masyarakat pada DotS, provinsi Gyeonggi mengumumkan rencana untuk ‘memanfaatkan’ demam ini. Pemerintah provinsi Gyeonggi dan Organisasi Pariwisata Gyeonggi mengumumkan bahwa mereka akan menjadikan lokasi syuting drama ini, Camp Greaves, menjadi tujuan wisata.

Terletak di dalam garis kontrol sipil, Camp Greaves adalah pos militer tua AS di Paju, Gyeonggi, yang didirikan pada tahun 1953, atau tak lama setelah Korea Utara dan Korea Selatan menandatangani perjanjian gencatan senjata. Setelah pasukan ditarik kembali pada tahun 2004 dan hak miliknya dikembalikan ke Korea Selatan pada tahun 2007, barak-barak tersebut dikonversi pada tahun 2013 menjadi pusat zona demiliterisasi.

Sejak pembukaannya, situs itu telah mengumpulkan sebanyak 18.000 pengunjung selama dua tahun terakhir. Adegan di negara fiksional Uruk, tempat dalam drama di mana Kapten Yoo Si-jin (Song Joong-ki) dan Kang Mo-yeon (Song Hye-kyo) ditugaskan bersama-sama, disyuting di sini.

Penyelenggara berencana untuk meluncurkan program wisata pada tanggal 1 Mei 2016. Tur akan memamerkan barak-barak, seragam, serta peralatan militer lainnya dari drama. “Untuk menjadi tuan rumah bukan hanya bagi wisatawan Korea tetapi juga dari mancanegara, kami berencana untuk mereproduksi lokasi syuting dan mendirikan zona foto,” kata seorang pejabat.

Untuk melayani wisatawan dari luar negeri, program ini akan menampilkan wisata yang sudah ada di Gyeonggi, seperti desa Hyeri serta taman dan arboretum lokal. Program dua-hari tersebut akan mengajak wisatawan ke taman Imjingak Pyeonghoa-Nuri, garis kontrol sipil, dan situs wisata lain di bagian utara dari provinsi Gyeonggi. Pemerintah juga mendirikan kantor di beberapa kota di negara-negara Asia untuk melayani calon wisatawan di luar negeri. Bekerja sama dengan Korean Railroad Corporation (Korail), panitia akan mengembangkan program wisata yang berbeda.

Pemerintah provinsi Gyeonggi dan Organisasi Pariwisata Gyeonggi, mulai bulan ini, akan menginvestasikan dana sebesar 35,5 miliar won untuk merenovasi 34 bangunan dalam kamp tersebut menjadi taman historis dan fasilitas budaya. Taman ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2018 dan akan terdiri atas pusat seni kreatif, pusat tentara, pameran arsip tentara, dan banyak lagi. Bangunan dengan observatorium akan direnovasi menjadi sebuah restoran di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan indah sungai Imjin dan taman Imjingak Pyeonghoa-Nuri.

Komentar Anda