Help! Cara Berhenti Mainan Facebook, Instagram, Twitter, dll?

Tema kita kali ini adalah kecanduan media sosial alias sosmed. Di zaman milenium ketika internet sudah menjadi bagian dari hidup kita, media sosial pun menjadi sesuatu yang tak lagi asing bagi kita. Orang sudah biasa mengupload foto-foto pribadi dan keluarga, selfie, liburan, event, hang out, dan lain-lain. Penetrasi sosmed ke hidup kita sudah terlampau jauh sampai kita seolah sudah tak punya privasi lagi. Ingin keluar dari semua itu tapi ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.

Sosmed

Bagaimana cara supaya kita bisa berhenti mainan Facebook, Instagram, Twitter, Path, dan sosmed-sosmed sejenisnya, agar waktu kita yang berharga ini bisa dipergunakan untuk hal-hal penting lainnya? Berikut beberapa caranya.

1. Kuatkan niat, usir semua pengaruh buruk sosmed

Niat adalah hal yang mutlak harus ada. Kita tahu di samping ada manfaatnya, mainan sosmed juga punya banyak kerugiannya. Hidupmu jadi sering terganggu dengan berbagai notifikasi dan berita-gosip yang bisa merusak mood. Belum lagi jika di sosmed kamu jumpai orang-orang yang annoying, yang hobi pamer, hobi sebar hoax dan kebencian, hobi ceramah, dan sebagainya. Ini tentu berdampak buruk bagi kehidupan positifmu.

Karena itu kuatkalah niat. Kamu tak boleh menghabiskan satu menit pun untuk memandangi foto show off dari orang lain, dari mereka yang pamer mobil, rumah baru, liburan ke luar negeri dan sebagainya. Sedikit banyak itu bisa menimbulkan rasa iri yang tak perlu. Kamu jadi kurang bersyukur dengan kehidupanmu sendiri karena terlalu sering memandangi kehidupan orang lain yang kamu anggap lebih ‘wah,’ meski kenyataannya belum tentu seperti itu.

2. Log out, hapus instalan aplikasi, dan bila perlu delete semua akun

Tak cuma log out, kamu mungkin juga perlu menghapus semua instalan aplikasi sosmed di smartphone. Ingat, aplikasi-aplikasi sosmed itu selain menghabiskan memori dan RAM juga bisa menjadi pengganggu kehidupan nyatamu. Saat kamu asyik ngobrol dengan teman, ada notif dari Instagram. Saat sibuk mengerjakan tugas, ada chat dari Facebook. Memang notif bisa dimatikan, tapi itu kadang tak mampu membendung keinginanmu untuk membuka smartphone dan mulai membuang waktu.

Mulailah dengan log out dan menghapus aplikasi. Sehari dua hari memang berat, tapi lama-kelamaan kamu akan terbiasa hidup tanpa sosmed. Kamu tak perlu lagi terpancing debat kusir di postingan-postingan kontroversial di sosmed, tak perlu lagi tergoda stalking mantan, tak perlu lagi baper dan iri dengan kehidupan ‘sempurna’ orang lain. Hidupmu akan jadi jauh lebih tenang.

Mau cara yang lebih greget? Delete semua akun sosmedmu!

3. Ganti dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan asyik

Sebelum sosmed hadir dan merusak kehidupan dunia nyatamu, kamu toh tetap bisa menikmati hidup. Kamu bisa jalan-jalan, ngobrol dengan teman, baca buku, nonton film, dan lain-lain tanpa merasa perlu untuk memberitahu dunia apa yang sedang kamu lakukan. Ingatlah, dunia sebenarnya nggak ingin tahu apa yang sedang kamu lakukan, film apa yang sedang kamu tonton, dan di resto mana kamu makan hari ini. Semua itu terkadang memuakkan.

Carilah kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat untuk kemajuan hidupmu. Saat kamu menghabiskan waktu mengedit foto untuk mempublishnya di Instagram, membalas komentar yang datang, mengelike beberapa postingan, membaca berita-berita dan opini netter, menonton video viral, kamu akan sadar bahwa semua itu tak akan memberikan dampak positif bagi kemajuanmu. Wake up!

Sebaliknya, nikmati setiap detik waktu yang berharga dengan keluarga, teman, atau pasanganmu. Momen-momen seperti itu, walau mungkin hanya satu jam, bisa membekas di ingatan. Berbeda dengan mainan sosmed, walau kamu menghabiskan waktu 10 jam sehari, takkan ada kesan yang melekat di ingatan dari dunia sosmed. Semua akan terlupakan begitu saja.

Realitamu ada di dunia nyata, dengan segala keindahan dan kepahitannya, bukan dunia sosmed yang palsu dan penuh kepura-puraan!

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.