Idol K-Pop Ramai-ramai Main Film Independen

Para idol K-Pop saat ini sedang sibuk melakukan debut film mereka melalui sinema independen. Nama-nama seperti Suho, Hoya, Da-som, Park Jin-young, dan Park Gyuri baru-baru ini tampil membintangi film berbudget rendah meskipun mereka punya popularitas besar dan potensi mencetak keuntungan yang tinggi. Para bintang ini mengikuti jejak mantan anggota MBLAQ, Lee Joon, yang memulai karir aktingnya pada tahun 2013 lewat film Rough Play yang ditulis oleh Kim Ki-duk.

suho

Suho adalah member EXO, salah satu boyband K-Pop terlaris yang mencetak pendapatan hampir 18,17 juta dolar AS pada tahun 2015 melalui penjualan album musik saja. Film debut Suho, One Way Trip, adalah sebuah film berbudget rendah yang hanya menelan biaya produksi sekitar 272.500 dolar AS.

Di sisi lain, Park Jin-young adalah anggota dari boyband multinasional GOT7 yang menikmati popularitas pan-Asia yang sangat luas. Ia membintangi film A Stray Goat yang didanai melalui crowdfunding dan Festival Film Internasional Jeonju.

Adapun member salah satu boyband paling profitable, Infinite, yaitu Hoya, berakting di film Hiya, yang dibuat dengan dana kurang dari 545.000 dolar AS. Park Gyuri, mantan anggota girlband Kara, tampil di film debutnya, Two Rooms, Two Nights, sebuah film independen yang diproduksi dengan dana 363.300 dolar AS. Sedangkan Da-som dari Sistar memainkan peran utama dalam film omnibus beranggaran mikro, Like a French Film.

Sutradara Korea, Shin Yeon-shik, dalam sebuah wawancara dengan Variety, mengatakan bahwa salah satu kekuatan para idol K-Pop ini dimanfaatkan untuk bertahan dalam persaingan ketat di industri, yang telah melalui sistem pelatihan intens dari agensi hiburan sejak usia belia.

“Dibandingkan dengan calon aktor dari kelompok usia yang sama, idol cenderung lebih berani untuk mencoba sesuatu yang baru dan membuktikan dirinya sendiri,” ujarnya.

Di sisi lain, seorang sutradara kasting yang tak ingin disebut namanya, menyatakan pemikirannya tentang bagaimana industri hiburan telah memanfaatkan bakat para idol ini, “Beberapa tahun yang lalu, idol K-Pop sebagian besar hanya dianggap sebagai penyanyi. Kini  mereka adalah penyanyi, penari, aktor, dan pembawa acara, memberi pengaruh pada hampir setiap aspek industri hiburan di Asia. Agensi telah menyadari bahwa mereka dapat melakukan diversifikasi sumber-sumber keuntungan dengan membina aktor dalam grup idol mereka.”

Peforma film-film independen ini box office bervariasi. One Way Trip misalnya, sanggup mendulang pendapatan 1.350.000 dolar AS, menurut Box Office Mojo, hingga menjadi film independen Korea terbesar di tahun 2016. Sedangkan Hiya hanya mendapatkan pemasukan kecil, 157.897 dolar AS, alias merugi. Kita lihat saja bagaimana kiprah mereka selanjutnya di dunia film independen ini.

Komentar Anda