Mengenal Jenis Rumah Tradisional Afrika

Arsitektur Afrika sangat beragam seperti benua itu sendiri. Orang Afrika menggunakan banyak gaya bangunan yang mencerminkan budaya mereka yang unik dan lingkungan mereka yang berbeda di tempat mereka tinggal. Arsitektur Afrika merupakan campuran gaya tradisional dan gaya diperkenalkan oleh orang Eropa. Agama juga menjadi pengaruh yang kuat dalam arsitektur Afrika.

Rumah Tradisional Afrika

Sebagian besar masyarakat pedesaan di Afrika menggunakan bahan-bahan alami yang secara lokal tersedia untuk bangunan mereka. Di padang rumput, orang biasanya menggunakan rumput untuk menutupi dinding dan atap rumah mereka. Di kawasan hutan, orang membangun rumah dengan kayu keras serta bambu dan palem rafia. Tanah dan tanah liat juga menjadi sumber utama material bangunan.

Di daerah yang memiliki sedikit sumber daya alam, orang seringkali hidup sebagai pengembara, bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Alih-alih membangun rumah permanen, mereka biasanya menggunakan tempat tinggal semak-semak sederhana atau tenda portable yang terbuat dari kulit dan anyaman bulu binatang.

Banyak bahan yang digunakan dalam arsitektur Afrika mudah rusak oleh hujan, pembusukan, atau rayap. Bangunan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut, tidak peduli seberapa baik dibangunnya, bertahan hanya untuk waktu yang terbatas. Oleh karenanya, banyak bangunan tradisional yang ditemukan hari ini di Afrika usianya masih muda, meskipun bangunan tersebut dapat dibangun dalam gaya yang usianya sudah berabad-abad.

Sebaliknya, Afrika masih memiliki beberapa struktur kuno yang terbuat dari batu, yang jauh lebih tahan lama. Contoh arsitektur batu tertua di Afrika adalah piramida Mesir, yang dibangun lebih dari 4.500 tahun yang lalu. Di selatan Sahara, reruntuhan batu dari Zimbabwe Besar tetap berada di situs yang sekarang menjadi negara Zimbabwe. Situs ini adalah pusat dari sebuah kerajaan perdagangan Afrika dari tahun 1000-an hingga tahun 1400-an.

Komentar Anda