Profil dan Foto-foto Pertarungan Muhammad Ali

Sebagai salah satu juara tinju kelas berat terbesar Amerika Serikat, Muhammad Ali dikenal memiliki kemampuan bertinju luar biasa di samping sejumlah sikap politiknya yang tergolong kontroversial. Motto Ali adalah “I am the greatest!” atau “Akulah yang terbesar!” Ali adalah petinju pertama yang memenangkan gelar kelas berat sebanyak tiga kali. Ya, Ali adalah legenda tinju dunia.

Foto Muhammad Ali

Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay di Louisville, Kentucky, pada 17 Januari 1942. Ia mulai terjun ke dunia tinju amatir pada usia 12 tahun. Setelah menuai kesuksesan di tinju amatir, Clay meraih medali emas dalam cabor tinju divisi 175 pon dalam Olimpiade di Roma, Italia, pada tahun 1960. Sebagai petinju profesional, Clay mendapatkan ketenaran besar ketika ia mengalahkan petinju favorit Sonny Liston pada tanggal 25 Februari 1964 untuk merebut gelar kelas berat dunia. Setelah pertarungan melawan Liston, Clay mengumumkan bahwa ia telah bergabung dengan Nation of Islam dan segera berganti nama menjadi Muhammad Ali.

Dengan bakat besar berupa refleks yang luar biasa cepat serta koordinasi yang baik, Ali mendominasi kelas berat selama tiga tahun ke depan. Namun pada tahun 1967, Ali dihukum karena melanggar Selective Service Act setelah menolak, atas dasar agama, penugasan dirinya ke Angkatan Darat AS selama Perang Vietnam. Ali tetap bebas dengan jaminan, tapi gelarnya dilucuti dan dilarang bertinju. Ali mengajukan banding dan Mahkamah Agung AS akhirnya mengabulkannya pada tahun 1971.

Di New York City pada tanggal 8 Maret 1971, ia kalah dalam pertarungan 15 ronde melawan sang juara Joe Frazier. Dalam pertandingan ulang pada 28 Januari 1974, Ali menang mutlak atas Frazier, yang saat itu telah kehilangan gelar kelas beratnya dari George Foreman. Ali merebut kembali gelarnya dari Foreman lewat knockout pada ronde kedelapan pada tanggal 30 Oktober 1974, di Kinshasa, Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo).

Titik tertinggi dalam karir Ali datang dalam pertandingan melawan Frazier pada tanggal 1 Oktober 1975, di Filipina. Ali menang dalam pertarungan itu, yang dikenal sebagai “Thrilla in Manila,” di mana sudut Frazier meminta pertarungan berakhir setelah menjalani 14 ronde yang sangat melelahkan.

Ali melanjutkan kiprahnya dengan mempertahankan gelarnya sebanyak enam kali sebelum kalah dari Leon Spinks pada 15 Februari 1978. Ia kemudian memenangkan gelar tersebut untuk ketiga kalinya setelah mengandaskan Spinks pada tanggal 15 September 1978. Ali pensiun segera sesudahnya, tetapi ia sempat dua kali kembali ke ring, yakni kalah dari Larry Holmes pada tahun 1980 dan dari Trevor Berbick pada tahun 1981. Rekor Ali adalah 56 kali menang (37 KO) dan 5 kali kalah.

Tahun-tahun berikutnya dalam hidup Ali ditandai dengan penurunan fisiknya. Ia diduga menderita penyakit Parkinson, yang mengganggu bicara dan gerakannya. Namun Ali tetap sangat aktif. Pada tahun 1996, ia terpilih untuk menyalakan api Olimpiade pada awal Olimpiade di Atlanta, Georgia, dan dari tahun 1998, ia melakukan perjalanan secara luas sebagai Pembawa Pesan Perdamaian PBB. Ali dianugerahi Presidential Medal of Freedom pada tanggal 9 November 2005. Pada bulan itu juga, Muhammad Ali Center, sebuah situs kultural untuk menghormati Ali, dibuka di Louisville.

Berikut kami hadirkan beberapa foto pertarungan Ali.

–O–

Foto Muhammad Ali 1

Foto Muhammad Ali 2

Foto Muhammad Ali 3

Foto Muhammad Ali 4

Foto Muhammad Ali 5

Foto Muhammad Ali 6

Foto Muhammad Ali 7

Foto Muhammad Ali 8

Foto Muhammad Ali 9

Foto Muhammad Ali 10

Komentar Anda