Sekelumit Fakta dan Sejarah Belgrade, Ibu Kota Serbia

Gambar Kota Belgrade

Belgrade adalah ibu kota Serbia, sebuah negara di Eropa bagian tenggara. Kota ini berlokasi di tempat sungai Sava dan sungai Danube bertemu. Nama Belgrade (dieja Beograd dalam bahasa Serbo-Kroasia) berarti “White Fortress” atau “Benteng Putih.”

Gambar Kota Belgrade

Bagian tertua kota ini menempati wilayah yang menghadap titik temu sungai Sava dan Danube. Di sana ada reruntuhan benteng kuno. Taman di sekitar reruntuhan dikenal dengan nama Turki Kalemegdan, yang berarti “Castle Square” atau “Alun-alun Benteng.” Nama ini mencerminkan fakta bahwa Belgrade dulunya merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman Turki. Orang Turki membangun lebih dari 20 masjid di kota, dan hanya satu yang masih berdiri sampai saat ini. Bangunan publik Belgrade yang paling mengesankan adalah rumah parlemen, yakni sebuah struktur kubah besar.

Sebagian besar industri Serbia terletak di Belgrade. Pabrik-pabrik di sana membuat traktor, mesin, peralatan listrik, bahan kimia, dan pakaian. Banyak orang di Belgrade bekerja dalam sektor pemerintahan atau industri jasa.

Belgrade telah lama menjadi kota penting karena lokasinya. Beberapa jalur perdagangan darat dan sungai bertemu di situs kota ini. Orang Celtic mendiami situs ini pada 300 SM dan membangun sebuah benteng di sana. Orang Romawi yang memerintah wilayah tersebut kemudian menyebutnya sebagai benteng Singidunum. Kota ini kemudian diserang dan dibangun kembali berkali-kali.

Pada tahun 1284 M, sebuah kelompok yang disebut bangsa Serbia menguasai Belgrade. Pada tahun 1402, mereka menjadikan Belgrade ibukota kerajaan mereka. Kekaisaran Ottoman Turki memerintah kota ini dari tahun 1521 sampai 1800. Pada akhir era 1800-an, Belgrade kembali menjadi ibukota Serbia.

Baca Juga:  Kisah James Naismith dan Penemuan Olahraga Basket

Pada awal 1900-an, pertempuran mengoyak Belgrade berkali-kali, termasuk Perang Dunia I dan II. Pada tahun 1918, kota ini menjadi ibu kota Kerajaan baru Serbia, Kroasia, dan Slovenia. Negara itu kemudian berganti nama menjadi Yugoslavia. Pada awal 1990-an bagian dari Yugoslavia memisahkan diri, hanya menyisakan Serbia dan tetangganya Montenegro di negara ini.

Pada tahun 1999, bagian dari Serbia yang disebut Kosovo berusaha untuk membebaskan diri, tapi Serbia bersikeras untuk mempertahankan wilayah itu. Pasukan internasional mengebom Belgrade selama konflik tersebut. Pada tahun 2003, Yugoslavia berubah nama menjadi Serbia dan Montenegro. Pemerintah tetap berada di Belgrade. Pada tahun 2006, Serbia dan Montenegro berpisah, dan Belgrade menjadi ibukota Serbia.

Be the first to comment on "Sekelumit Fakta dan Sejarah Belgrade, Ibu Kota Serbia"

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.