Sekilas Tentang Musik Tradisional dan Kontemporer Afrika

Setiap komunitas masyarakat Afrika memiliki musiknya tersendiri. Musik tradisional yang dibuat oleh banyak orang Afrika selalu menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di benua itu. Di era modern, musik populer Afrika mencampurkan gaya tradisional dengan unsur-unsur yang diambil dari musik Amerika. Pada gilirannya, musik Afrika telah memiliki dampak yang besar pada musik jauh melampaui perbatasan Afrika.

Musik Afrika

Musik Afrika digunakan untuk tujuan sosial dan seremonial. Lagu religi ditampilkan dalam berbagai ritual. Lagu-lagu kerja menemani kegiatan masyarakat seperti mencangkul dan memanen. Musik tradisional berakar pada mitologi, legenda, dan cerita rakyat. Musik ini terkadang juga dikaitkan dengan dewa, leluhur, atau pahlawan tertentu.

Orang Afrika juga membuat musik untuk bersenang-senang atau untuk bersantai. Beberapa jenis musik dibuat khusus untuk menari. Salah satu contohnya adalah boeremusiek (“musik Boer”) dari Afrika Selatan. Jenis musik rakyat ini diciptakan oleh orang Voortrekker, yang merupakan keturunan dari pemukim Belanda di sana. Musik mereka menggunakan concertina, yang mirip dengan akordeon. Menarikan berbagai jenis musik populer telah menjadi bentuk hiburan favorit di kota-kota besar dan kota-kota kecil Afrika.

Musik populer muncul di Afrika pada tahun 1960-an. Musisi Afrika mulai menggunakan instrumen seperti gitar listrik, saksofon, dan drum kit. Gaya musik populer yang paling terkenal adalah highlife dan juju Afrika Barat, musik dansa Kongo, dan tarabu Afrika Timur. Gaya musik Afrika Selatan antara lain chimurenga dan jit.

Komentar Anda