9 Fakta Unik dari Sosok Léa Seydoux

Léa Seydoux adalah aktris berparas cantik yang lahir di kota Paris pada tanggal 1 Juli 1985. Sebelum berkiprah di Hollywood, Léa terlebih dahulu merintis karir di Perancis. Film yang membuat popularitas Léa merangkak naik adalah The Beautiful Person (2008), yang tak hanya memberinya beberapa gelar prestisius, tapi juga mengantarkannya ke gerbang perfilman Hollywood. Léa lantas tampil dalam sejumlah film keren, sebut saja Inglourious Basterds, Robin Hood, Midnight in Paris, Mission: Impossible – Ghost Protocol, dan sebagainya.

Léa Seydoux

Berikut 9 fakta menarik tentang Léa Seydoux.

1. Peran Léa sebagai Emma dalam film Blue Is the Warmest Colour di tahun 2013 silam merupakan penampilannya yang paling sukses. Sejumlah penghargaan besar dari dunia internasional berhasil ia kumpulkan.

2. Léa tampil dalam dua franchise film bergenre spy, yakni Mission Impossible (Mission: Impossible – Ghost Protocol) dan James Bond (Spectre).

3. Léa bersahabat baik dengan lawan mainnya dalam Blue Is the Warmest Colour, aktris Perancis Adèle Exarchopoulos.

4. Meski telah menjadi model untuk berbagai majalah dan brand, Léa menganggap dirinya “selalu sebagai seorang aktris”, bukan model.

5. Semasa kecil, Léa sebenarnya ingin menjadi seorang penyanyi opera. Oleh karena itulah ia belajar musik di Conservatoire de Paris. Namun sikapnya yang pemalu membuatnya mengurungkan niatan itu.

6. Ketika melihat salah satu temannya yang berprofesi sebagai aktor, Léa beranggapan hidup temannya itu sangat menyenangkan. Léa yang jatuh cinta pada profesi aktor lalu memutuskan menjadi seorang aktor untuk membuat temannya itu terkesan.

7. Orangtua Léa bercerai ketika ia berusia tiga tahun dan mereka juga sering keluar. Ibunya ada di Afrika dan ayahnya sibuk dengan bisnis. Saat itu Léa, yang memiliki lima adik dan seorang kakak, merasa seolah seperti anak yatim piatu.

8. Keluarga besar Seydoux sebenarnya adalah keluarga yang sangat terpandang di Perancis. Kakeknya adalah ketua Pathé, saudara kandung kakeknya ada yang menjadi ketua Gaumont Film Company, ada pula yang menjadi ketua tim sepakbola Lille OSC.  Ayah Léa sendiri adalah CEO perusahaan wireless Parrot. Meskipun koneksi keluarganya kuat, mereka tak tertarik dengan karir film Léa dan tak membantunya.

9. Léa menggambarkan masa mudanya sebagai gadis berambut pendek, sedikit acak-acakan, dan secara luas dipandang sebagai agak aneh.

Komentar Anda