Apakah Kulit Hewan Juga Bisa Terbakar Sinar Matahari?

Loading...

Tanpa lapisan bulu atau sisik pelindung, hampir semua binatang dengan kulit yang terekspos bisa mendapatkan sengatan matahari. Untungnya, sebagian besar hewan telah mengadaptasi metode untuk menghindari sengatan matahari dan mengurangi kerusakan pada kulit. Para peternak telah lama mengetahui bahwa hewan telanjang, seperti domba yang baru dicukur dan babi peliharaan, bisa terbakar sinar matahari. Bahkan, meskipun jarang, anjing dan kucing berbulu terang atau yang tak berbulu juga tak lepas dari sengatan matahari.

Kuda Nil

Demikian juga, naturalis telah mengamati luka bakar akibat radiasi ultraviolet pada gajah dan badak, dan pada kenyataannya, bahkan paus, ikan, amfibi, dan lumba-lumba kadang-kadang juga mendapatkan luka bakar dari matahari.

Dalam penelitian yang dipublikasikan Proceedings of the Royal Society pada tahun 2010, para ilmuwan melaporkan bahwa spesies paus tertentu, terutama paus biru yang relatif berkulit terang, tidak hanya akan terbakar sinar matahari, tetapi tingkat sengatan matahari pada mamalia laut meningkat dari waktu ke waktu . Para peneliti berteori bahwa hilangnya lapisan ozon dan menipisnya awan peneduh berpotensi menjadi penyebab peningkatan itu.

Para ilmuwan yang sama juga menemukan bahwa, meskipun paus sperma menghabiskan lebih banyak waktu di permukaan air di antara penyelaman (7 sampai 10 menit) jika dibandingkan dengan paus biru (sekitar 2 menit), paus sperma yang lebih hitam jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menderita sengatan matahari. Penelitian lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa kulit paus sperma memiliki protein pelindung yang menghambat kerusakan sel akibat UV.

Meskipun kasus paus biru yang terbakar matahari meningkat, para ilmuwan tidak menemukan bukti bahwa kulit spesies ini akan berubah warna menjadi gelap, sehingga paparan sinar matahari tidak selalu mengakibatkan kerusakan pada kulit.

Demikian juga, banyak hewan darat juga beradaptasi dengan metode perlindungan dari matahari. Misalnya, babi dan badak berkubang dalam lumpur, seperti halnya gajah yang juga dikenal suka mencari naungan, melemparkan kotoran dan pasir ke punggung mereka, dan membuat bayangan pelindung untuk anak-anak mereka.

Kuda nil mengeluarkan sebuah cairan berminyak berwarna merah muda, terutama di sekitar telinga dan wajah mereka (bagian-bagian yang biasanya berada di atas permukaan air untuk waktu yang lama) yang menyerap sinar ultraviolet dan juga, tampaknya, secara alami bersifat antibiotik.

Adapun ular dan reptil lain, seperti buaya, yang terkadang berjemur di bawah sinar matahari, epidermis dalam mereka dilindungi dari sinar UV melalui sisik mereka, yang juga berfungsi untuk membantu mempertahankan kelembaban di bawahnya. Untuk hewan-hewan ini, biasanya mereka akan mati kepanasan sebelum ancaman terbakar sinar matahari menjadi masalah serius bagi mereka.

Loading...

One thought on “Apakah Kulit Hewan Juga Bisa Terbakar Sinar Matahari?

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.