Benarkah Stem Cell Bisa Menumbuhkan Daging untuk Pangan?

Sebelum kita menjawab pertanyaan tentang apakah kita dapat menumbuhkan daging dari stem cell, mungkin pertama-tama kita harus menjawab satu pertanyaan paling mendasar: Mengapa kita ingin melakukannya? Sapi, kambing, ayam, dan hewan-hewan ternak lainnya secara harfiah dibesarkan untuk diambil dagingnya. Kita juga telah memiliki seluruh sistem industri yang mempersiapkan, mengolah, hingga mendistribusikan makanan berbahan daging hingga sampai ke meja makan kita.

daging-sapi

Namun ada beberapa masalah yang harus diperhatikan. Sebagai contoh, meski sapi dibesarkan untuk diambil dagingnya, tidak berarti bahwa sapi cukup efisien dalam memberikan nilai gizi. Untuk setiap 100 gram makanan yang mereka butuhkan, kita ‘hanya’ mendapatkan 15 gram protein dari mereka. Dan kemudian ada industri pengolahan makanan yang menyumbang 5 persen emisi karbon dioksida dan 40 persen emisi metana. Jadi bagaimanapun, cara ini masih memiliki keterbatasan.

Dari situlah muncul ide untuk menumbuhkan daging di laboratorium. Dan sebelum kita meninjau lebih dalam, kita harus mengetahui fakta bahwa daging pada kenyataannya memang dapat ditumbuhkan dari stem cell. Tapi ini tidaklah semudah menempatkan sejumlah besar sel dalam sebuah cawan petri dan mengamatinya berkembang biak menjadi segumpal daging.

Bahkan, ada lebih dari satu cara untuk menumbuhkan daging dari stem cell. Metode pertama diperkenalkan pada tahun 2013. Para peneliti mengambil 20.000 sel dari bahu sapi dan membiarkannya berkembang dalam serum anak sapi. Peneliti merangsang sel-sel untuk mengembangkan diri sehingga mereka bisa mengeras dan meniru tekstur asli daging. Tapi metode ini hanya mampu menumbuhkan beberapa potong daging yang tentu saja jauh dari kata cukup.

Lalu pada tahun 2014, para peneliti menempatkan beberapa stem cell melalui proses yang sedikit berbeda. Ketika sel-sel mulai berkembang, mereka kemudian dipindahkan ke bioreaktor. Bioreaktor dapat membuat sel-sel induk tumbuh menjadi jauh lebih besar ketika protein pengikat ditambahkan. Cara ini bahkan bisa membuat hingga 56.400 pon daging dalam setahun.

Jadi jawabannya sangat jelas: ya, stem cell secara teknis dapat digunakan untuk membuat daging!

Komentar Anda