Brontosaurus Ternyata Tak Pernah Benar-benar Ada

Loading...

Saat masih kanak-kanak, kita bersekolah dan mempelajari fakta-fakta menarik tentang dinosaurus yang berkeliaran di muka bumi jutaan tahun yang lalu. Kita mempelajari Tyrannosaurus, Stegosaurus, dan Brontosaurus. Namun, yang mungkin tidak pernah kita pelajari adalah kontroversi tentang Brontosaurus, raksasa yang lembut. Apakah makhluk itu benar-benar ada? Jawabannya adalah tidak.

Pada akhir era 1800-an, dua ahli paleontologi, Edward D. Cope dan Othneil C. Marsh, berburu untuk mencari fosil-fosil spesies yang punah. Meski dua orang itu awalnya adalah teman, ego dan tekad masing-masing untuk menjadi orang pertama yang menemukan dan menamai secara ilmiah fosil spesies baru dari hewan prasejarah, termasuk dinosaurus, membuat mereka berpisah dan menjadi pesaing. Dalam perjuangan untuk mengalahkan satu sama lain, Marsh dan Cope mengorbankan akurasi dalam pekerjaan mereka. Brontosaurus menjadi korban perseteruan mereka.

Pada tahun 1877, Marsh menemukan sebuah kerangka tak lengkap dari dinosaurus jenis baru yang ia namai Apatosaurus. Dua tahun kemudian, Marsh menemukan kerangka yang hampir lengkap dari makhluk yang ia anggap sebagai spesies dinosaurus baru yang lain. Di antara beberapa tulang yang hilang adalah tengkorak. Karena tidak dapat melakukan apapun dengan dinosaurus tanpa kepala dan didorong oleh keinginannya untuk mengalahkan pesaingnya, Marsh menyambar tengkorak terdekat yang bisa ia temukan yang kiranya cocok dengan makhluk temuannya itu. Sayangnya, ia tidak menyadari bahwa satu kepala ditemukan empat mil jauhnya dari situs penggalian asli dan tengkorak lainnya ditemukan 400 mil jauhnya, dan tengkorak yang ia temukan sebenarnya sudah cocok dengan dinosaurus jenis lain yang disebut Camarasaurus. Dengan demikian brontosaurus lahir.

Setelah studi lebih lanjut, para ilmuwan segera menyadari kesamaan antara Brontosaurus dan Apatosaurus. Keduanya herbivora, cukup besar ukurannya, dan memiliki leher panjang dan ekor seperti cambuk panjang. Akibatnya, mereka memutuskan bahwa Brontosaurus bukanlah dinosaurus yang berdiri sendiri tetapi sebenarnya spesimen dewasa dari kerangka Apatosaurus remaja yang sudah ditemukan sebelumnya. Berdasarkan aturan penamaan ilmiah hewan, para ilmuwan tetap menggunakan Apatosaurus sebagai nama resmi dari spesies ini karena diterbitkan pertama kali. Meskipun nama Brontosaurus lebih banyak dikenal dan digunakan, nama itu tetap hanya merupakan sinonim dari Apatosaurus.

Banyak ilmuwan mempertanyakan validitas tengkorak Apatosaurus/Brontosaurus, hingga pada tahun 1970-an dua ilmuwan berhasil membuktikannya. Tengkorak Brontosaurus/Apatosaurus yang tepat sebenarnya memiliki moncong sedikit lebih panjang dan sangat mirip dengan tengkorak sauropod lain yang disebut Diplodocus.

Jadi, apakah Brontosaurus benar-benar ada? Tergantung pada siapa Anda bertanya. Meskipun Apatosaurus dianggap sebagai nama ilmiah resmi, Brontosaurus dan Apatosaurus hanyalah dua nama yang berbeda untuk dinosaurus yang sama. 

Fakta-fakta lainnya:

Brontosaurus berarti “kadal gemuruh” karena ukurannya yang sangat besar (panjang rata-rata 75 kaki dan berat antara 40.000 sampai 77.000 pound). Bayangkan gemuruh suara yang terdengar ketika makhluk raksasa ini bergerak.

Apatosaurus berarti “kadal menipu” karena tulang di bagian bawah ekornya mirip dengan kadal laut prasejarah.

Apatosaurus hidup lebih dari 150 juta tahun yang lalu pada Periode Jurassic.

Apatosaurus adalah makhluk vegetarian.

Apatosaurus memiliki ekor panjang seperti cambuk yang diduga menjadi alat pertahanan paling efektif terhadap predator.

Karena ukurannya yang sangat besar, para ilmuwan sempat berpikir bahwa Apatosaurus terlalu besar sehingga kewalahan menyokong berat badannya untuk jangka waktu yang lama di darat, sehingga mereka mengira makhluk ini menghabiskan banyak waktu berendam dalam air. Namun, penelitian terbaru menunjukkan cara hidup ini tidak akurat, dan Apatosaurus dianggap sebagai hewan darat.

Dalam upaya mereka untuk saling mengalahkan, metode Cope dan Marsh untuk mengungkap fosil seringkali malah merusak dan menghancurkan banyak spesimen dinosaurus. Sebagai contoh, salah satu cara mereka untuk menggali tulang adalah dengan menggunakan dinamit!

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.