Cuma Butuh Dua Hal Ini Agar Sukses Saat Wawancara Kerja

Loading...

Banyak orang mengeluh bukan cuma karena susahnya mencari kerja, tapi juga karena susahnya menembus barikade pewawancara yang ‘meneror’ mereka di atas meja interview. Perusahaan juga pusing karena dari sekian banyak pelamar, hanya satu dua yang bisa menarik perhatian mereka. Jika modal kamu cuma CV dan surat lamaran kerja, maka kamu harus tahu bahwa dua hal itu sebenarnya cuma persyaratan formal. Yang paling menentukan bukanlah itu.

Wawancara Kerja

Pewawancara kerja hanya akan melihat sekilas CV-mu, membaca riwayat pendidikan sampai pengalaman kerja (kalau ada). Mereka akan lebih yakin dengan performamu saat wawancara. Serapi apapun pakaian yang kamu kenakan, itu tak terlalu ngefek, sebab kata-kata yang kamu keluarkan jauh lebih penting. Pewawancara bisa menilai dengan pemahaman mereka sendiri sejauh mana gambaran kecerdasanmu, gairah dan semangat kerjamu, serta tentu saja kemampuanmu.

Ingatlah selalu dua hal ini agar bisa sukses saat wawancara kerja.

1. Kejujuran

Ini bukan isapan jempol belaka, tapi kejujuran sebenarnya sangat kurang ditunjukkan dalam sebuah wawancara kerja. Demi impian meraih pekerjaan yang didamba, seorang applicant kadang sedikit memaksakan hal-hal yang sebenarnya tidak ia kuasai. Perusahaan punya kualifikasi khusus tentang calon pekerja yang akan diterimanya, dan pelamar meraba-raba hal itu sebelum kemudian menunjukkan bahwa ia mampu… walau sebenarnya tidak.

Jujurlah dengan segala yang kamu utarakan, mulai dari kelebihan, kekurangan, bahkan kondisi hidupmu sekarang. Pewawancara akan menilai kamu sebagai orang yang realistis dan fair, sehingga layak dipertimbangkan. Salah satu contoh kebohongan sekaligus kekeliruan terbesar dalam wawancara kerja adalah menyatakan bahwa tujuan melamar kerja adalah untuk menimba ilmu, memperluas wawasan, mencari pengalaman, dan sejenisnya. Katakan sejujurnya dengan tegas: saya mencari uang dengan kemampuan yang saya miliki.

2. Profesionalitas

Meski kamu belum menjadi karyawan resmi perusahaan yang memanggilmu wawancara, tunjukkan bahwa kamu adalah orang yang sangat profesional dengan kapabilitas dan availability tinggi. Menunjukkan profesionalitas di ruang wawancara tak melulu harus kaku seperti robot. Sesekali humor cerdas malah bisa membuat pewawancara menyukaimu. Kuasai terlebih dahulu hal-hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan posisi di perusahaan itu sebelum berbicara panjang lebar tentang kemampuanmu. Dengan cara ini, niscaya kamu akan tampak lebih profesional!

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.