Dianggap Hina Presiden Korsel, Kim Yoo-jung Terancam Diboikot

Parksamo, komunitas online yang terdiri atas simpatisan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, menyerang aktris muda Kim Yoo-jung atas dugaan penghinaan yang diarahkan pada Presiden Park. Mereka berjanji akan menggelar aksi boikot terhadap produk-produk yang diendorse Yoo-jung.

kim-yoo-jung

“Komentar politik Kim Yoo-jung tidak bisa dibenarkan,” bunyi sebuah postingan pada hari Selasa (29/11). “Sebagai seorang pelajar, ia kurang paham masalah politik dan ia dengan berani menghina presiden.”

Penulis postingan itu, yang berbasis di platform pencarian Daum, berjanji untuk tidak membeli produk-produk yang diiklankan aktris berusia 17 tahun itu dan meminta anggota masyarakat lainnya untuk bergabung dengan aksi boikot ini. Postingan tersebut langsung diamini oleh puluhan komentar online yang mendukung langkah itu.

Aksi ini muncul beberapa minggu setelah Kim Yoo-jung membuat postingan di akun Instagramnya tentang demonstrasi anti-Park yang berlangsung pada 19 November lalu.

“Jangan pernah jatuh. Tetaplah kuat. Jika kau tersandung, kau dapat berdiri lagi. Aku benar kan?” tulisnya.

Sekilas tak ada yang aneh dengan tulisan Kim Yoo-jung itu, namun Parksamo melihat pernyataan tersebut sebagai bentuk “penghinaan terhadap Presiden” dan mereka menanggapinya dengan tulisan “Jangan pernah jatuh di jalan karirmu sebagai seorang aktris.”

Postingan lain di keesokan harinya menuntut dukungan untuk melacak komentar-komentar online “anti-Park” dari Kim Yoo-jung.

Kim Yoo-jung, yang mendapatkan aplaus di seluruh Asia lewat drama terakhirnya, Moonlight Drawn by Clouds, mengunggah dua postingan di Instagram yang mendukung protes anti-Park, pada 12 dan 19 November.

Dalam demonstrasi kelima di hari Sabtu, para pengunjuk rasa turun ke jalan di seluruh negeri untuk menuntut Presiden Park Geun-hye mengundurkan diri. Jumlah pengunjuk rasa mencapai 1,9 juta pada Sabtu lalu. Penyelenggara aksi itu bersiap-siap untuk menyelenggarakan demonstrasi anti-Park keenam pada hari Sabtu.

Sejak muncul bukti pada akhir Oktober lalu bahwa Presiden Park membiarkan teman lamanya, Choi Soon-sil, ikut campur dalam urusan negara, seruan baginya untuk mundur terus berkembang di seluruh penjuru Korea.

Komentar Anda