Fakta Tentang Ular Berkepala Dua

Loading...

Hewan berkepala dua bukanlah mitos atau legenda, namun benar-benar ada dan lahir sepanjang waktu di alam liar atau di penangkaran. Kondisi berkepala dua disebut polycephaly, yang berarti memiliki beberapa kepala. Ular berkepala dua tergolong langka, tetapi hewan ini bisa muncul di mana saja.

Ular berkepala dua

Penyebab

Ular berkepala dua bisa lahir ketika embrio dalam telur tidak terbagi sepenuhnya. Dalam kasus kembar identik, embrio terbagi menjadi dua, bukan satu. Telur yang mengandung ular berkepala dua adalah telur yang pada awalnya akan melahirkan bayi kembar, namun tidak terpisah dengan benar, mirip dengan binatang berkepala dua lainnya.

Jangka hidup

Secara umum, ular bisa hidup 1-2 dekade di penangkaran di mana mereka bisa mendapat cukup makan dan aman dari predator, tergantung pada spesiesnya. Di alam liar, umur ini bisa berkurang secara signifikan karena ular berkepala dua tidak dapat menghindari predator dengan baik. Jika ular berkepala dua bisa makan dengan benar, dan dua kepalanya tidak dapat menggigit satu sama lain, ular berkepala dua bisa hidup seperti ular-ular lainnya. Salah satu ular terkenal bernama “We” yang tinggal di World Aquarium di St. Louis hidup sampai umur 8 tahun. Arizona State University juga memiliki seekor ular berkepala dua yang hidup sampai umur 17 tahun.

Cara makan

Semua ular berkepala dua berbeda karena mereka tidak terbagi secara sempurna ketika berbentuk embrio. Beberapa ular berkepala dua berbagi perut dan tenggorokan, tetapi memiliki dua mulut, sementara yang lain akan memiliki dua perut yang terpisah dan dua leher. Ular dengan perut terpisah akan memakan mangsa mereka sendiri-sendiri, tetapi bisa saling memperebutkan mangsa jika satu kepala memiliki mangsa dalam mulutnya sementara yang lainnya tidak.

Fakta unik

Ular berkepala dua melambangkan banyak hal yang berbeda dalam berbagai budaya. Hewan ini mewakili berbagai karakter dalam mitologi Yunani dan Mesir, dewa dalam agama Hindu, dan beragam cerita rakyat dari seluruh dunia.

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.