Gangguan Tidur Bisa Memperburuk Penurunan Memori

Loading...

Apakah Anda termasuk orang yang kerap mengalami gangguan tidur? Tahukah Anda, perubahan kimiawi yang disebabkan oleh bangun lebih sering di malam hari atau kesulitan tidur kembali dapat memperburuk penurunan memori yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer, menurut sebuah studi baru.

Gangguan Tidur

Para ahli menambahkan bahwa perubahan pola tidur secara keseluruhan juga dapat menjadi faktor tersendiri. Mereka menunjukkan bahwa orang yang berada dalam tahap akhir Alzheimer menghabiskan sekitar 40 persen dari waktu malam hari dengan tetap terjaga dan sebagian besar waktu siang hari dengan tidur. Meskipun pergeseran tidur ini paling sering terlihat di kemudian hari, kadang-kadang ini juga terjadi pada tahap-tahap awal Alzheimer.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tikus, para ilmuwan di University of California, Irvine, menemukan bahwa ritme sirkadian (pola tidur/bangun) yang terganggu akan mempengaruhi masalah memori dan perubahan kimia di otak.

Menggunakan baik tikus normal maupun tikus yang terkena Alzheimer, tim peneliti mengubah pola terang-gelap (pengkondisian siang-malam) dengan memperpendek periode gelap sebanyak delapan jam setiap tiga hari. Efek ‘jet lag’ ini menyebabkan penurunan aktivitas pada kedua kelompok tikus, namun mengakibatkan gangguan belajar yang signifikan pada tikus yang terkena Alzheimer.

Studi ini menunjukkan bahwa untuk membantu memperlambat penurunan memori, dokter seharusnya tidak hanya menyarankan diet dan olahraga yang baik, tetapi juga menyarankan kebiasaan tidur yang baik.

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.