Mengenal Bahaya BlueBorne, Sebuah Serangan Lewat Bluetooth

Loading...

Para pakar keamanan internet mendesak setiap orang untuk memperbarui perangkat lunak (software) mereka untuk melindungi dari celah keamanan serius, yang jika dieksploitasi oleh orang yang tak bertanggungjawab bisa menyebar dengan tak terkendali melalui teknologi bluetooth nirkabel biasa.

BlueBorne

Sebagaimana diberitakan abc.net.au, ancaman yang disebut ‘kerentanan BlueBorne’ dapat memungkinkan peretas menyebar dari satu perangkat ke perangkat lain melalui bluetooth tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Ty Miller, managing director perusahaan keamanan cyber internasional, Threat Intelligence, mengatakan bahwa ini bisa menjadi salah satu kelemahan keamanan paling berbahaya yang ada saat ini.

Celah keamanan ini dianggap serius karena para peneliti yang menemukannya mengatakan bahwa eksploitasi bisa menyebar sekalipun orang-orang tidak mengklik link atau membuka internet.

“(BlueBorne) diperkirakan berpotensi mempengaruhi hingga 8 miliar perangkat di seluruh dunia, dan itu karena kemampuannya untuk menginfeksi perangkat Window, Linux, Android dan iOS sebelum iOS 10,” katanya.

“Jadi iOS terbaru tidak akan terpengaruh,” imbuhnya.

BlueBorne diidentifikasi oleh para peneliti dari Armis Labs, yang memperingatkan perusahaan-perusahaan teknologi sejak April, agar patch dan upgrade keamanan dapat dibuat sebelum hacker punya kesempatan untuk memanfaatkannya celah itu.

Tetapi meskipun patch keamanan sudah tersedia, para ahli memperingatkan adanya miliaran sistem yang tak terlindungi yang rentan terhadap serangan BlueBorne.

Loading...

Bagaimana cara kerja BlueBorne?

Armis Labs mengatakan tidak seperti serangan cyber biasa, serangan BlueBorne dapat menargetkan perangkat rentan yang memiliki bluetooth. BlueBorne masuk ke perangkat dari telepon ke printer, komputer dan smart TV dengan memanfaatkan kelemahan pada perangkat lunak bluetooth.

Menurut Armis Labs, setiap serangan yang mengeksploitasi kerentanan -yang tidak diketahui siapa pun- dapat menyebar di ‘udara.’

“Anda bisa saja berjalan-jalan dan melewati seseorang yang (perangkatnya) rentan dan tiba-tiba mereka terinfeksi,” kata Miller.

Dia mengatakan ketika orang saling melewati satu sama lain, virus tersebut akan menyebar tanpa terdeteksi melalui bluetooth.

“Karena hal itu terus berlanjut, semakin banyak orang akan terinfeksi tanpa menyadarinya,” kata Miller.

BlueBorne hanyalah puncak gunung es

Kabar baiknya, para peneliti keamanan mendeteksi hal itu sebelum para hacker memiliki kesempatan untuk memanfaatkannya, dan mereka telah memberi tahu perusahaan-perusahaan teknologi.

Namun Miller mengatakan bahwa penyebaran infeksi masih dimungkinkan karena orang sering malas memperbarui software keamanan dan sistem operasi mereka.

“Printer, TV baru, jam tangan baru, home system, peralatan medis cenderung tidak diperbarui karena alat-alat itu hanya dipasang dan orang-orang akan melupakannya,” katanya.

Armis Labs mengklaim penemuannya ini hanyalah sebuah puncak gunung es.

“Mungkin ada beberapa hal lagi yang akan terjadi setelah ini,” kata Miller.

Nah, mulai dari sekarang, matikan Bluetooth kalian ya kalau tidak sedang dipakai!

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.