Nama Pemain dan Fakta Film K-19: The Widowmaker (2002)

K-19: The Widowmaker adalah film thriller arahan sutradara Kathryn Bigelow. Film ini menuturkan cerita tentang Kapten Alexi Vostrikov, yang pada saat Perang Dingin berlangsung diperintahkan untuk mengambil alih komando kapal selam nuklir K-19. Tugasnya adalah mempersiapkan K-19 di lautan dan melakukan patroli. Namun masalah terjadi ketika reaktor nuklirnya mengalami gangguan. Vostrikov sadar bahwa kerusakan ini bisa berakibat sangat fatal, yaitu memicu bencana nuklir dahsyat yang akan merenggut banyak nyawa serta berpotensi memantik perang antar negara adidaya. Mampukah Vostrikov dan anak buahnya berpacu dengan waktu untuk mencegah tragedi itu terjadi?

K-19: The Widowmaker

Nama para pemeran utama K-19: The Widowmaker:

Harrison Ford, pemeran karakter Kapten Kedua Alexei Vostrikov, Perwira Komando

Liam Neeson, pemeran karakter Kapten Ketiga Mikhail “Misha” Polenin, Perwira Eksekutif

Peter Sarsgaard, pemeran karakter Letnan Vadim Radtchenko, Perwira Reaktor

Beberapa fakta tentang K-19: The Widowmaker:

~ Julukan “The Widowmaker” digunakan di film ini, namun dalam sejarah, kapal selam tersebut tak punya nama julukan sampai kecelakaan nuklir terjadi pada tanggal 5 Juli 1961, dan ia mendapat julukan “Hiroshima.”

~ K-19: The Widowmaker menghabiskan dana 100 juta dolar AS untuk diproduksi dan hanya mendapat pemasukan sebesar 35 juta dolar AS di Amerika Serikat serta 30,5 juta dolar AS dari penjuru dunia. Film ini tidak didanai oleh studio besar sehingga menjadikannya salah satu film independen termahal yang pernah dibuat sampai saat ini.

~ Sutradara dan produser film ini menjadi orang Barat pertama yang diizinkan masuk ke dalam basis angkatan laut Rusia di Semenanjung Kola.

~ Adegan ketika Kapten Vostrikov menerima instruksi untuk misi K-19 disyuting di bekas pusat komando militer rahasia Rusia.

~ K-19 yang asli dikomandoi oleh Kapten Kedua Nikolai Zateyev. Ketika mengetahui K-19 mengalami masalah transmisi parah, kapal perang Amerika Serikat terdekat menawarkan bantuan. Namun Zateyev menolak tawaran bantuan itu demi mencegah bocornya rahasia militer Soviet pada Barat. Tragedi ini menewaskan banyak kru karena radiasi nuklir.

Komentar Anda