Profil Aktris Penuh Pesona Ingrid Bergman

Loading...

Dengan pesona alami, kecerdasan, dan vitalitasnya, aktris Amerika Serikat Ingrid Bergman membawa citra ketulusan dan kewanitaan yang ideal untuk berbagai peran yang pernah ia lakoni. Inggrid adalah salah satu sosok aktris film paling populer di Amerika Serikat dari tahun 1940 sampai kematiannya, serta merupakan bintang film-film internasional di Swedia, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris.

Ingrid Bergman

Inggrid lahir pada tanggal 29 Agustus 1915, di Stockholm, Swedia. Meskipun ia pemalu dan mendapat tentangan dari keluarganya, ia berusaha dengan tekun untuk masuk ke Royal Dramatic Theatre School di Stockholm, di mana ia belajar selama satu tahun. Debutnya di layar lebar dalam Munkbrogreven (1935; The Count of the Monk’s Bridge) disusul dengan beberapa peran menantang dalam film-film Swedia seperti Intermezzo (1936) dan En kvinnas ansikte (1938; A Woman’s Face).

Inggrid lalu hijrah ke Amerika Serikat untuk membintangi Intermezzo versi Hollywood (1939). Ia mencapai popularitas yang luar biasa melalui serangkaian kesuksesannya lewat film-film Casablanca (1942); For Whom the Bell Tolls (1943); Gaslight (1944), yang membuatnya memenangkan Academy Awards (Oscar) untuk kategori Aktris Terbaik; serta Saratoga Trunk (1945); The Bells of St. Mary’s (1945); dan dua thriller yang disutradarai oleh Alfred Hitchcock, Spellbound (1945) dan Notorious (1946).

Skandal asmara Inggrid dengan sutradara Italia Roberto Rossellini, yang terjalin selama pembuatan film Stromboli (1950), membuat suami pertamanya menceraikannya. Skandal ini memaksanya untuk kembali ke Eropa, di mana ia muncul dalam film Italia dan Perancis, seperti Europa ’51 (1952; The Greatest Love, 1954) dan Un viaggio in Italia (1954; Journey to Italy, 1955). Setelah pernikahannya dengan Rossellini di tahun 1950 berakhir dengan perceraian, ia melakukan membuat comeback besar di Hollywood lewat film Anastasia (1956), yang memberinya penghargaan Oscar kedua.

Inggrid memenangkan Oscar ketiganya sebagai aktris pendukung terbaik lewat perannya dalam film laris Murder on the Orient Express (1974). Tetapi sebagian besar kalangan setuju bahwa penampilan terbesarnya di tahun-tahun terakhirnya adalah sebagai pianis konser dalam film Swedia Autumn Sonata (1978), yang disutradarai oleh Ingmar Bergman. Peran terakhirnya adalah sebagai Golda Meir, perdana menteri Israel, dalam drama televisi A Woman Called Golda (1981). Berkat peran ini, ia secara anumerta dianugerahi penghargaan Emmy pada tahun 1982.

Di panggung drama dari tahun 1940, ketika ia membintangi Liliom, Inggrid juga muncul dalam drama yang sarat pujian, seperti Hedda Gabler (Paris, 1962), A Month in the Country (Inggris, 1965), Captain Brassbound’s Conversion (London, 1971), dan The Constant Wife (New York, 1975). Ia juga membintangi drama televisi The Turn of the Screw (1959) dan Hedda Gabler (1963). My Story (1980) adalah otobiografinya yang ia tulis bersama Alan Burgess. Inggrid meninggal dunia pada tanggal 29 Agustus 1982 di London karena kanker payudara.

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.