Sekelumit Fakta dan Sejarah Semenanjung Arab

Loading...

Semenanjung Arab adalah sebuah wilayah besar di Asia Barat Daya. Wilayah ini adalah tanah air asli dari orang-orang Arab. Semenanjung Arab juga merupakan tempat kelahiran agama Islam. Negara Arab Saudi menduduki sekitar 4/5 dari wilayah semenanjung. Semenanjung ini juga meliputi Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain, dan bagian dari Yordania dan Irak.

Semenanjung Arab

Gurun Arab menutupi hampir semua semenanjung. Beberapa bagian dari gurun mendapatkan cukup hujan untuk menumbuhkan rumput dan semak. Namun secara umum iklim semenanjung sangat kering dan panas. Setidaknya sepertiga dari bagian gurun ini berpasir, sedangkan bagian lainnya ditutupi oleh bebatuan. Ada juga beberapa bukit dan gunung di gurun.

Semenanjung Arab menyumbang hampir setengah dari pasokan minyak bumi dunia. Sebagian besar minyak ditemukan di atau di dekat Teluk Persia, wilayah perairan di timur semenanjung. Negara-negara di wilayah ini menjual minyak ke berbagai negara di dunia.

Bangsa Arab membentuk sebagian besar penduduk semenanjung. Hampir semua orang Arab berbicara dalam bahasa Arab. Kebanyakan orang Arab beragama Islam. Nabi Muhammad, pembawa ajaran Islam, lahir di tempat yang sekarang menjadi Arab Saudi.

Berbagai bangsa telah hidup di Semenanjung Arab. Pada zaman kuno, bangsa Sabian, Minaean, dan Himyarit pernah membangun kerajaan kuat di barat daya Saudi. Orang-orang Arab berdagang dengan Mesir, China, dan India.

Pada tahun 600-an, Nabi Muhammad mengajarkan Islam. Segera seluruh semenanjung bersatu di bawah Islam. Kemudian orang-orang Arab menyebarkan Islam di luar semenanjung dengan menaklukkan negeri-negeri lain. Para pemimpin Muslim memerintah sebuah kerajaan Islam yang besar. Pada awalnya mereka memerintah dari Saudi. Kemudian, mereka memerintah dari bagian lain dari kekaisaran.

Pada tahun 1500-an, Turki Ottoman menjadikan semenanjung Arab bagian dari kerajaan mereka. Namun, mereka tidak pernah dengan tegas menguasai wilayah semenanjung. Orang-orang Arab memberontak berulang kali melawan Ottoman. Keluarga Sa’ud menguasai bagian tengah semenanjung.

Sementara itu, Inggris menguasai sebagian besar pantai selatan dan timur semenanjung Arab. Para penguasa Arab lokal bersatu dengan Inggris untuk melawan Ottoman. Mereka mengalahkan Ottoman pada awal 1900-an. Kemudian semenanjung secara bertahap merdeka dari pemerintahan Inggris. Pada tahun 1971, semenanjung terbentuk seluruhnya dari negara-negara merdeka. Pada tahun 1990, negara Yaman Utara dan Yaman Selatan bersatu untuk membentuk Republik Yaman.

Loading...

Komentarmu

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.